Nasionalisme Negeri Impian

masukan, kehidupan, anggapan rakyat terhadap negri impian

Senin, 14 Februari 2011

Negeri Impian

Negeri Impian
Semua negara pasti punya apa yang disebut dengan mimpi. Bukan hanya negaranya, tapi juga rakyat yang terkandung di dalam lautan benua dan alam-alam yang ada di negeri ini. Seperti doa para rasul ketika beliau ingin negerinya aman. Dan doa itu telah diterbitkan oleh Allah pada surat Ibrahim ayat 35, 

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: "Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala. “
Yang dimaksud dalam doa tersebut adalah negeri Mekkah (Mecca, red). Dan doa itu adalah doa yang diucapkan Nabi ibrahim yang telah meninggalkan istrinya, Hajar, dan putranya, Ismail, di samping ka’bah.  Dan dimana waktu itu adalah masa penuh dengan perampok dan kekacauan. Beliau, Ibrahim, meminta kepada Allah agar negeri ini aman dan penuh kedamaian. Dan bukan hanya itu, pada zaman nabi ibrahim dulu banyak orang berkeyakinan bahwa berhala adalah Tuhan mereka, oleh sebab itu beliau memohon agar diberi kekuatan keimanan yang kuat supaya berliau tidak terpengaruh dan supaya warga negaranya bisa percaya dan beriman kepada Allah, dan terutama anak cucu dan keluarganya. Beliau juga berdoa agar seluruh     keluarganya tidak terpengaruh akhlaq buruk.
            Dari doa tersebut, kita dapat berdoa dan meminta kepada Allah agar negeri kita ana, damai tanpa perlakuan yang buruk. Perlu diingat, perkataan adalah doa, Shalat adalah doa, terutama bagi pemimpin negara, kita semua adalah pemimpin negara, kita adalah pemimpin, jadi apa salahnya kalau kita berdoa demi negeri kita.
            Dan tidak lengkap kalau berdoa tentang kemakmuran negeri kalau tidak dengan rizqi-rizqinya. Dibawah ini ada doa nabi ibrahim ketika negeri Meccanya dalam keadaan gersang dan tidak ada yang mau membangun pendiaman atau mendiami tempat ini, dan doa tersebut tertulis di al-Qur’an surat al_baqarah ayat 126.
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: "Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: "Dan kepada orang yang kafirpun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali".
            Dan bukan hanya itu, dari dahulu Mecca adalah markas besar berhala, perampok, dan lain sebagainya, yang intinya sama dengan koruptor, pencuri dan kawan-kawannya. Yang menghadang para kabilah dari negeri-negeri utara lembah Mecca yang singgah di tempat ini.

            Nabi Ibrahim sangat menyadari bahwa keadaan lembah makkah sangatlah tidak mendukung kasrat kebajikan. Tapi tidak pernah mendapatkan asa yang putus, beliau sangat semangat dan punya tekad yang bulat untuk mengelola dan mengurus tempat seperti ini. Beliau bertawakkal dan menyerahkan semuanya kepada Allah, sehingga dengan tekad bulat beliau untuk mengubah negeri yang tandus dan gersang serta tidak aman ini, menjadi negeri yang makmur, aman, dan berlimpah rizqi. Dengan bekerja keras, percaya diri, dan tidak lupa beliau berdoa kepada Allah agar impian itu terkabul.
            Disamping itu, Nabiyullah Ibrahim berupaya lagi dengan cara mendidik keturunannya, anak cucunya dengan akhlaqul karimah dan beriman kepada Allah, yang niatnya agar bisa memunculkan benih-benih kebajikan di negeri Mecca dan semakin membaik dan semakin menipisnya hal-hal atau orang-orang yang berkelakuan buruk. Dan sangat jelas sekali kalau baik buruknya negara itu tergantung penghuni dan tunas-tunas baru yang akan besar. Dan gaka alah pilih lagi, itulah yang kita pakai demi kemakmuran negeri kita.
            Dan dapat kita simpulkan bahwa jika kita ingin negeri kita makmur kita perlu menempuh beberapa tangga di bawah ini.
Anak tangga ke-a
a.       Membina aklhak, budi pekerti, dan ketaqwaan kepada Allah pada tiap-tia individu dan masyarakat yang tinggal ditempat tersebut. Jadi warga itu ganat menentukan positif negatifnya negara.
Anak tangga ke-b
b.      Memupuk rasa memiliki kewajiban pada tiap masyarakat untuk saling membantu kepentingan sesamanya, sehingga tidak ada lagi warga yang terlantar dan hidup kekurangan di lingkungan tempat tinggalny di sunia ini. Hal ini memerlukan upaya pembinaan persaudaraan yang didasarkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah.
Anak tangga ke-c
c.       Adalah senantiasa memohon kepada Allah agar dilindungi dari segala macam bentuk gangguan yang dapat merusak rasa aman dan kemakmuran mereka, serta
d.      Memupuk rasa memiliki negaranya pada tiap-tiap individu masyarakat di dalam negeri tersebut, sehingga segala macam resiko yang menimpa negerinya selalu ditanggung dan diatasi bersama sehingga tidak menimbulkan kekacauan dan kehancuran.
Naah, karena doa tadi untuk negara Mecca atau negara Ibrahim, maka untuk Indonesia tinggal mengganti kata dengan kata




0 komentar:

Posting Komentar